
SUKOHARJO, 2 Januari 2026 – Mengisi waktu libur sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat, puluhan guru dan staf SD Muhammadiyah Palur mengikuti Pelatihan Pemulasaran Jenazah pada Jumat (2/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini dilaksanakan dengan merujuk sepenuhnya pada tuntunan ibadah sesuai keputusan Majelis Tarjih Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Pelatihan ini menghadirkan instruktur kompeten dari Tim Pemulasaran Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sukoharjo dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bekonang. Sinergi ini bertujuan untuk membekali tenaga pendidik dengan keterampilan praktis dalam menjalankan kewajiban fardu kifayah secara sempurna dan sesuai syariat.
Untuk menjaga kekhusyukan, sesi pelatihan dibagi menjadi dua kelompok terpisah, kelompok Bapak-bapak mendapatkan bimbingan intensif dari tim PCM Bekonang. Kelompok Ibu-ibu didampingi langsung oleh tim dari PDA Sukoharjo.
Materi yang diajarkan sangat komprehensif, mencakup seluruh tahapan perawatan jenazah. Para peserta mempraktikkan langsung mulai dari teknik memandikan yang benar, cara mengkafani dengan rapi, tata cara menyalatkan, hingga prosedur memasukkan jenazah ke liang lahat sesuai sunnah.
Noor Afifah Rachmawati, Kepala SD Muhammadiyah Palur menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar guru dan staf tidak hanya unggul di kelas, tetapi juga siap menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat.
"Kami ingin guru-guru tetap produktif meski di hari libur. Dengan pelatihan yang lengkap hingga simulasi pemakaman ini, mereka diharapkan memiliki kepercayaan diri dan ilmu yang mumpuni untuk membantu warga yang membutuhkan," ungkapnya.
Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh antusias. Para peserta tampak aktif berdiskusi dan melakukan simulasi dengan serius di bawah arahan para instruktur. Antusiasme ini menunjukkan besarnya kepedulian staf pengajar dalam menguasai bekal keagamaan yang sangat krusial di tengah masyarakat.
Dengan adanya pelatihan ini, SD Muhammadiyah Palur berkomitmen untuk terus mencetak sumber daya manusia yang religius, terampil, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam dakwah sosial keagamaan.
Kontributor: Choerul Anam