
Pernahkah kamu merasa sudah memberikan segalanya, tapi pintunya tetap terkunci rapat? Rasanya seperti berlari sekuat tenaga, lalu tiba-tiba menabrak tembok besar. Melelahkan, mengecewakan, dan jujur saja... ingin menyerah rasanya. Tenang, perasaan itu manusiawi. Tak ada satu pun dari kita yang jatuh cinta pada kegagalan.
Namun, di sela sesaknya rasa kecewa, ada satu mantra sederhana yang mampu menjadi penawar: "Bismillah, ayo coba lagi."
Kalimat ini bukan sekadar kata-kata penyemangat. Saat kamu mengucapkannya, kamu sedang melakukan dua hal hebat sekaligus: Melibatkan Tuhan dalam langkahmu dan menolak untuk kalah oleh keadaan.
Kita punya batas, tapi doa kita tidak. Kata "Bismillah" hadir untuk membisikkan bahwa kamu tidak berjalan sendirian. Ia mengubah ketakutan menjadi tawakal, dan keraguan menjadi keyakinan bahwa tak ada usaha yang sia-sia di mata-Nya. Saat kita memulai dengan nama-Nya, beban di pundak terasa lebih ringan karena kita tahu hasil akhirnya sudah "dititipkan" di langit.
Lalu, kalimat "Ayo coba lagi" adalah tanda bahwa kamu adalah jiwa yang tangguh. Gagal itu biasa, jatuh itu wajar. Yang luar biasa adalah mereka yang memilih bangkit, menyeka keringat, dan kembali melangkah. Tak perlu langsung melompat jauh, cukup pastikan langkahmu tidak terhenti.
Jadi, jangan biarkan dirimu larut dalam ratapan. Basuh wajahmu dengan air wudhu, tarik napas dalam-dalam, dan katakan pada cermin: "Hari esok adalah lembaran baru."
Mari mulai lagi. Dengan strategi yang lebih rapi, niat yang lebih murni, dan doa yang lebih tulus. Siapa tahu, percobaan kali ini adalah waktu yang telah Allah pilihkan untuk menjemput hadiah terbaik-Nya.
Semangat menjemput takdir terbaik!
Karya: Wahyu Arifatun Nasri
#SelfReminder #KeepGoing #Tawakkal