
SUKOHARJO – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap ancaman alam, SD Muhammadiyah Palur menggelar kegiatan edukasi serta simulasi mitigasi bencana pada Kamis, 8 Januari 2026. Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo dan tim SAR Sukoharjo.
Acara yang dipusatkan di lingkungan sekolah ini melibatkan seluruh siswa, guru, serta staf sekolah. Fokus utama kegiatan adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya gempa bumi dan banjir.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan penyampaian materi teori di kelas dan diskusi interaktif. Para ahli dari BPBD dan SAR memberikan penjelasan mengenai tanda-tanda bencana serta tindakan darurat yang harus diambil. Tidak hanya sekadar teori, sekolah juga melakukan langkah nyata dengan menempelkan stiker jalur evakuasi di titik-titik strategis gedung sekolah.
Puncak latihan kesiapsiagaan ditunjukkan melalui simulasi evakuasi mandiri. Saat sirine tanda bahaya berbunyi, seluruh warga sekolah mempraktikkan prosedur penyelamatan diri menuju titik kumpul yang telah ditentukan dengan tertib dan tenang.
"Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membangun kesadaran kolektif dan mengurangi risiko cedera maupun korban jiwa jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Kami ingin mewujudkan sekolah yang benar-benar aman bencana," ujar Devi wakil kepala bidang kesiswaan
Sebagai penutup rangkaian kegiatan yang edukatif sekaligus rekreatif, para siswa berkesempatan mengikuti simulasi flying fox yang dipasang di lapangan sekolah oleh tim SAR. Selain melatih keberanian dan ketangkasan, simulasi ini juga memberikan gambaran mengenai teknik evakuasi di medan yang sulit.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah Palur berharap seluruh warga sekolah memiliki kesiapan mental dan fisik yang lebih baik, sehingga tercipta rasa aman dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
Kontributor: Choerul Anam