
SUKOHARJO – Suasana Jumat pagi, 2 Oktober 2026, terasa berbeda di SD Muhammadiyah Palur. Siswa kelas 3 tampak antusias mengikuti kegiatan kreasi kipas batik yang diselenggarakan dalam rangka acara Jumat Berkah sekolah. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan sekolah dan menjadi bagian dari rangkaian pembiasaan positif yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak membuat kipas dengan motif batik melalui kegiatan menggambar, mewarnai, dan menghias dengan penuh kreativitas. Setiap siswa bebas mengekspresikan imajinasinya dalam memadukan warna dan motif, sehingga menghasilkan karya yang unik dan berbeda satu sama lain. Dengan bimbingan guru, siswa belajar mengenal batik sebagai warisan budaya bangsa sekaligus melatih keterampilan motorik halus, ketelitian, dan kesabaran.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sejak dini, sekaligus mengasah daya kreativitas peserta didik. Melalui aktivitas yang menyenangkan, pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga hadir dalam bentuk pengalaman nyata yang bermakna. Nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan apresiasi terhadap karya sendiri maupun teman turut tumbuh dalam setiap proses pembuatannya.
Sepanjang kegiatan, keceriaan terpancar dari wajah para siswa. Sebagian tampak serius memilih warna, sebagian lain saling bertukar ide tentang motif yang akan digoreskan pada kipas masing-masing. Interaksi hangat antarsiswa ini menciptakan suasana belajar yang cair, penuh semangat, dan jauh dari kesan tegang. Kegiatan sederhana tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk bereksplorasi tanpa takut salah, sebab setiap goresan dihargai sebagai bentuk kreativitas.
Para guru turut mendampingi dengan sabar, mulai dari memberikan contoh motif batik hingga mengarahkan teknik pewarnaan yang sesuai dengan kemampuan siswa kelas 3. Pendampingan ini tidak hanya memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam menuangkan gagasannya. Dalam semangat Jumat Berkah, kegiatan ini sekaligus mencerminkan bahwa kebermanfaatan dapat hadir lewat hal-hal sederhana yang dilakukan bersama-sama.
Lebih jauh, kreasi kipas batik memiliki nilai edukatif yang luas. Siswa tidak hanya menghasilkan karya yang indah dan fungsional, tetapi juga memperoleh pemahaman bahwa batik adalah identitas budaya yang patut dikenal, dicintai, dan dilestarikan. Proses membuat karya dengan tangan sendiri turut melatih kemandirian, kerapian, dan kebanggaan atas hasil jerih payah, bekal berharga bagi pembentukan karakter mereka di masa mendatang.
Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, pihak sekolah berharap semangat berkarya dan kecintaan terhadap batik semakin tertanam kuat dalam diri siswa. Kipas batik yang telah selesai dibuat menjadi bukti bahwa kreativitas anak-anak dapat tumbuh dari kegiatan sederhana yang dilakukan dengan penuh keceriaan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dilaksanakan untuk memperkaya pengalaman belajar sekaligus membentuk karakter siswa yang kreatif, cinta budaya, dan berakhlak mulia.
Kontributor : Uun Mita Kurohmah, S.Pd