Jalur Bebatuan Bukan Halangan, Pandu Athfal SD Muhammadiyah Palur Sukses 'Taklukkan' Hutan Sekipan!

KARANGANYAR — Dalam rangka membentuk karakter tangguh, mandiri, dan Islami, SD Muhammadiyah Palur sukses mengadakan kegiatan hiking Kepanduan Hizbul Wathan (HW) di kawasan wisata Sekipan, Tawangmangu, Karanganyar. Kegiatan luar ruangan yang penuh keseruan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 November 2026 dengan melibatkan seluruh siswa kelas 3, 4, dan 5.

Ketua Panitia Kegiatan, Febri Uswatun Hasanah, menyampaikan bahwa agenda tahunan ini dirancang bukan sekadar untuk rekreasi. "Tujuan utama diadakan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman belajar langsung di alam terbuka (outdoor learning), menanamkan nilai-nilai kepanduan HW, serta mempererat tali persaudaraan antar-siswa. Melalui penjelajahan di bawah rindangnya hutan pinus, kami ingin melatih kemandirian, fisik yang kuat, dan mental yang tangguh pada diri anak-anak sejak dini," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, ratusan siswa dibagi ke dalam kelompok regu kecil berisi 10 anak (terpisah laki-laki dan perempuan). Untuk mencapai garis finish, setiap regu harus menaklukkan serangkaian materi uji di setiap pos yang telah disesuaikan berdasarkan tingkatan kelas mulai dari Sejarah HW & Atribut, Sandi Kotak 1 & 2, praktik tali-temali di pos Simpul, pemantapan nilai IMTAQ, navigasi Arah Mata Angin, hingga Permainan Kelompok untuk menguji kekompakan regu.

Pengalaman menantang ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta yang baru pertama kali mengikuti jelajah alam. Salah satunya diungkapkan oleh Kiandra Risky Nada Khalisa, siswi kelas 3B.

"Rasanya sangat seru sekali dan ingin mengulang hiking lagi agar mendapat pengalaman yang lebih menyenangkan. Di sini dapat ilmu baru seperti belajar sandi kotak dan bermain bakiak. Perjalanannya sangat seru karena melewati perkampungan, hutan, dan jalan bebatuan, apalagi tantangan di setiap pos berbeda-beda. Harapan ke depan, semoga bisa menjadi lebih mandiri dan tentunya ingin mengulang kegiatan hiking dan camping lagi," ungkap Kiandra dengan penuh semangat.

Rasa lelah setelah berjalan kaki menyusuri jalur perbukitan seketika sirna begitu para siswa disuguhi pemandangan alam yang indah dan dinginnya udara khas Tawangmangu. Dari petualangan ini, mereka memetik pelajaran berharga bahwa kerja sama kelompok dan sikap saling menyemangati adalah kunci utama untuk mencapai keberhasilan.

Kemeriahan acara semakin memuncak pada sesi penutupan. Momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para pandu athfal ini ditutup dengan pengumuman juara regu terbaik yang terbagi ke dalam tiga kategori bergengsi, yaitu Regu Tergiat, Regu Terkompak, dan Regu Tertangkas. Sorak sorai bahagia para pemenang pun menutup penjelajahan hari itu dengan penuh kebanggaan dan gaungan semangat Fastabiqul Khairat — berlomba-lomba dalam kebaikan dan selalu siap sedia dalam kondisi apa pun.

Kontributor: Choerul Anam

SHARE :
Family Run 2026
LINK TERKAIT