IKLAN

Tanda-tanda Fenomena Lemah Iman

Seseorang tidak akan selamat kecuali datang kepada Allah dengan hati/kalbu yang selamat. Kedukaanlah bagi pemilik kalbu yang sulit untuk zikrullah (mengingat Allah). Surga dijanjikan bagi siapa yang merasa takut kepada Allah yang Maha Pengasih, padahal tidak terlihat olehnya dan datang dengan hati yang bertobat. Berikut ada beberapa yang menunjukkan tanda tanda Fenomena Lemah Iman, sesungguhnya penyakit lemah Iman memiliki gejala serta tanda tandanya yaitu sebagai berikut :


1. Terjerumus dalam kemaksiatan dan melakukan perbuatan haram.

Sebagai orang yang intens melakukan maksiat. Sebagian lagi hanya melakukan maksiat tertentu saja. Keseringan melakukan maksiat akan merubahnya menjadi gaya hidup, sehingga hilang pandangan buruk maksiat dari hatinya secara bertahap, dan pada askhirnya sanggup menampakkan kemaksiatan itu sebagaimana ynag terdapat dalam hadits berikut

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلاَّ الْمُجَاهِرِينَ ، وَإِنَّ مِنَ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلاً ، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ ، فَيَقُولَ : يَا فُلاَنُ ، عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا ، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ

yang artinya:  “Setiap umatku di ampuni dosa dosanya kecuali yang melakukannya terang terangan. Di anatra bentukknya seseorang melakukan maksiat di malam hari, paginya Allah SWt menutupi dosanya, namun dia berkata, ‘Wahai Fulan, tadi malam aku melakukan begini dan begitu. Padahal dia telah bermalam dengan dosa yang tertutupi, namun paginya dia sendiri yang menyingkap apa yang telah Allah tutupi”.

 

2. Merasakan Kalbu yang kaku dan keras

Sampai sampai merasakan hatinya telah berubah menjadi batu keras yang tak dapat menyerap dan tidak terpengaruh oleh apapun. Allah SWt berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 74 yang berbunyi : ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةًۗ Yang artinya : “Kemudian setelah itu hatimy menjadi keras seperti baty bahkan lebih keras lagi”.

 

Pemilik hati yang kaku tidak terpengaruh oleh nasihat nasihat kematian ataupun melihat orang mati dan jenazahnya. Bahkan meskipun dia termasuk yang mengusung jenazah dan mengali kubur dengan tanah. Langkahnya di antara perkuburan seolah hanyalah di antara bebatuan.

 

3. Tidak dapat sempurna dalam melakukan beribadah

Pikiran selalu melayang saat melaksanakan sholat, membaca Al Quran, membaca doa maupun Ibadah lainnya. Tidak dapat menadaburi dan merenungi makna dzikir. Membacanya sambil lalu dan dengan cara yang menjemukan jika telah dihafalnya. Sekalipun telah membiasakan diri berdoa dengan doa tertentu pada waktu yang di tentukan oleh sunnah, tetap saja dia tidak khusyuk dalam memahami makna doa tersebut.

 

4. Malas melakukan ketaatan dan Ibadah serta cenderung melalaikan

Jika melaksanakanpun hanyalah sekedar aktivitas kosong tanpa ruh.Allah SWT mendiskripsikan orang yang munafik terdapat dalam surat An Nisa’ : 142 yang berbunyi  وَاِذَا قَامُوْٓا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْا كُسَالٰىۙ Yang artinya “ . . . dan apabila mereka berdiri untuk sholat mereka hanya berdiri dengan malas . . . .”

 

Termasuk juga ketidak pedulian akan luputnya musim kebaikan serta waktu Ibadah. Ini menunjukkan akan tidak adanya perhatian mendapatkan pahala. Mengakhiri Ibadah haji padahal mampu, enggan berjihad padahal dalam keadaan lapang dan meninggalkan Sholat berjamaah sehingga berujung pada meninggalkan Sholat Jum’at.

 

Alhamdulillah, Semoga kita semua dapat menjaga Iman kita, karena Iman itu naik turun, maka perlu dijaga serta kita perbarui. Semoga bermafaat untuk kita semua.

 

Penulis Sinopsis: Tanti Nur Sholihah

Diambil dalam Buku Obat Terapi Lemahnya Iman ( Zhahiratu dha’fil Iman)

Oleh : Muhammad Solih Al Munajjid

Cetakan : I / Oktober 2013

Penerbit : Media Da’wah – Infaq Da’wah Club Jl. Pabelan Baru I No. 77 Pabelan Kartosuro Solo 57162, bekerjasa sama  dengan www.islamhouse.com , Riyadh, Saudi Arabia Po. Box: 29465, Riyadh 11457

#Sekolah
SHARE :
LINK TERKAIT