
SURAKARTA — Guna mempercepat transformasi tata kelola sekolah digital, SD Muhammadiyah Palur menggelar studi inspirasi ke SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta pada Senin (25/5/2026). Kunjungan kerja ini membidik sistem manajemen modern yang telah sukses diterapkan oleh salah satu sekolah dasar rujukan di Kota Solo tersebut.
Kepala SD Muhammadiyah Palur mengungkapkan bahwa tujuan utama dari studi inspirasi ini tidak lain adalah untuk menimba ilmu sebanyak mungkin. Pihaknya berkomitmen penuh agar seluruh pengetahuan dan sistem yang diperoleh dari kunjungan ini nantinya dapat diterapkan demi kemajuan sekolah.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Sri Sayekti dan Tim Manajemen. Dalam sambutannya, Sri Sayekti menegaskan bahwa sekolah dan madrasah Muhammadiyah diibaratkan sebagai sebuah “Kapal Dakwah”, di mana Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) menjadi kendaraan utama syiar Islam.
“Refleksi mendalam bagi para pejuang pendidikan bahwa ancaman terbesar karamnya sebuah lembaga bukanlah kompetitor dari luar, melainkan rapuhnya perilaku dan integritas di dalam tubuh sendiri,” beber Sri Sayekti.
Ia memaparkan fakta lapangan yang cukup memprihatinkan. Berdasarkan data, sebesar 68 persen wali murid atau masyarakat memilih meninggalkan sebuah lembaga pendidikan hanya karena kecewa terhadap perilaku petugas atau gurunya.
“Angka ini jauh melampaui faktor kekecewaan terhadap fasilitas yang hanya 14 persen, maupun persoalan harga dan kompetisi yang berada di angka 9 persen. Citra baik dan kepercayaan umat yang telah dirajut rapi selama bertahun-tahun bisa runtuh seketika akibat satu sikap yang arogan atau kurangnya rasa empati,” urainya tegas.
Selain penguatan integritas, fokus utama studi banding ini tertuju pada tiga pilar inovasi digital milik sekolah setempat, yakni: Kantin Sehat, Standardisasi mutu pangan aman dan bernutrisi tinggi bagi siswa. Digitalisasi Kantin, Implementasi ekosistem pembayaran non-tunai (cashless) untuk transparansi keuangan dan SPMB Online, Mekanisme digital terintegrasi untuk menyederhanakan penerimaan siswa baru secara efisien.
Demi optimalisasi penyerapan ilmu, Kepala SD Muhammadiyah Palur memboyong jajaran wakil kepala sekolah (wakasek) lengkap dari bidang Kurikulum, Kesiswaan, Sarpras, Humas, BUMS, hingga Ismuba.
Setelah pemaparan materi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan tanya jawab yang berjalan sangat menarik. Kedua belah pihak terlibat diskusi aktif mengenai tantangan serta solusi teknis dalam menerapkan digitalisasi sekolah di lapangan. Sinergi ini diharapkan mampu mendongkrak mutu layanan pendidikan berbasis digital dengan tetap menjaga integritas moral seluruh SDM sekolah.
Kontributor: Choerul Anam