ALLAH TAHU YANG TERBAIK UNTUKKU

By HUMAS SDMP 15 Apr 2024, 07:04:43 WIB Sekolah
ALLAH TAHU YANG TERBAIK UNTUKKU

“Terkadang, doa yang tak terkabul itu bukanlah musibah. Itu bisa jadi sebuah berkah. Hanya saja kita belum memahaminya saat ini.”

 

Dahulu sewaktu kecil, kita begitu optimis menghadapi hidup. Bahkan ketika seseorang bertanya, “Apa cita-citamu nanti?”. Kita menjawabnya sesuai dengan apa yang kita inginkan, tanpa ragu sedikitpun apakah kita nanti akan bisa meraihnya atau tidak. Tetapi kenapa semakin kita dewasa, rasa optimis itu perlahan-lahan memudar? Kita seperti dibenturkan pada kenyataan pahitnya kehidupan. Ternyata, hidup tak semudah yang kita kira. Kegagalan-kegagalanpun mulai kita dapatkan.

 

Manusia seringkali mengungkapkan penolakan terhadap sesuatu yang terjadi dalam hidup mereka, terlebih bila sesuatu yang mereka harapkan tidak berjalan sesuai keinginan. Padahal, apa-apa yang ada di dunia dan seisinya ini ada dalam kendali Allah SWT. Jika Allah berkehendak terhadap sesuatu, pasti akan terjadi. Sebaliknya, apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan mungkin terjadi, sekalipun semua makhluk-Nya berkumpul menghimpun kekuatan untuk mewujudkannya Tidak perlu berkecil hati, tidak perlu berburuk sangka kepada Allah SWT, Dzat Yang Maha Mengetahui. Berikut beberapa alasan dan hikmah yang bisa kita ambil dibalik doa yang belum terkabul atau hidup yang tak sesuai dengan keinginan:

1. Untuk melatih kesabaran

2. Allah mengganti dengan yang lebih baik

3. Kita belum tentu siap mendapatkannya

 

Percayalah bahwa Allah SWT tidak akan membebankan kepada seseorang melebihi kapasitasnya. Ia tidak akan membebankan kepada orang miskin sebagaimana apa yang dibebankan kepada orang kaya. Hal ini pun diperkuat dengan janji-Nya akan menjadikan setelah kesempitan ada kelapangan, setelah kesusahan ada kemudahan. Bukankah ini adalah kabar gembira bagi kita? 

 

Luluhkan hati, berpikir positif tentang segala takdir dan mulai melangkah lagi. Namun kadang kala ketika kita berusaha husnudzon dengan keadaan, tetap saja strategi setan tak berhenti menggoyahkan, atau nafsu semata yang sulit dikendalikan. Ya, itulah manusia dengan segala keterbatasan dan hawa nafsunya yang senantiasa mendorong kepada hal-hal yang jauh dari Allah SWT. Akhirnya dengan berbagai kekecewaan yang tak kunjung pergi dari diri agar melegakan lerasaan, justru menyempitkan dada dan semakin sesaklah. Semua itu timbul karena adanya ketidakseimbangan antara batin, ruh, dan jasad yang mungkin belum sepenuhnya kembali berserah pada Sang Pencipta.

 

Dengan membaca buku ini, pandangan kita akan terbuka. Segala kepahitan hidup yang kita alami selama ini, ternyata bukanlah dimaksudkan buruk bagi diri kita. Sebaliknya, ini merupakan cara Allah untuk mematangkan diri kita untuk bersiap menghadapi kehidupan di depan sana. Agar kualitas keimanan dan kualitas diri kita semakin kuat mengahadapi setiap ujian dan cobaan.

 

Percayalah! Allah telah memberikan yang terbaik untuk para hamba-Nya. Apa pun yang menimpa diri kita, itu sudah menjadi ketetapan Allah. Sedang ketetapan Allah itu selalu menjadi yang terbaik. Dia memberikan apa yang hamba-Nya butuhkan, bukan apa yang hamba-Nya inginkan.

 

Pembuat Sinopsis : Wahyu Arifatun Nasriah, S.Ag

Penulis : Malik al-Mughis, Luqman al-Hakim, dan Annas JSW

Editor : Esti Utami

Penerbit             : Syalmahat Publishing

Tahun terbit : 2023

Jumlah halaman : 210 halaman

ISBN : 978-623-5269-31-3